News Articles

Hemat Waktu dengan PermataMobile X

: tirto.id
Hemat Waktu dengan PermataMobile X

tirto.id - Richard Easterlin dalam Journal of Economic Behavior & Organization (1995) menyatakan bahwa dalam 50 tahun terakhir, tingkat kebahagiaan masyarakat AS mandek walaupun pendapatan mereka meningkat.

Keamanan finansial, kita tahu, memudahkan orang untuk hidup sehat dan berumur panjang, menjauhkan pikiran-pikiran tentang kehancuran dunia, dan memungkinkan adanya waktu luang buat dihabiskan bersama orang-orang terkasih. Hal-hal tersebut adalah sumber kebahagian. Tetapi mengapa kekayaan tak berbanding lurus dengan kebahagiaan? 

“Uang adalah kesempatan untuk berbahagia, tetapi kesempatan itu terlalu sering disia-siakan. Orang membeli benda-benda yang mereka anggap bakal membahagiakan, tapi ternyata tidak,” tulis Elizabeth Dunn dkk. dalam Journal of Consumer Psychology (2011).

Akademisi University of British Columbia itu menduga lemahnya kaitan antara uang dan kebahagiaan—sebagaimana ditunjukkan berbagai penelitian—berasal dari kekeliruan orang kebanyakan dalam menggunakan uang. Ia menulis: “Sebagian besar orang tak mengenal fakta saintifik dasar tentang kebahagiaan, tentang sumber dan faktor-faktor yang membuatnya bertahan, maka mereka tak tahu cara membelanjakan uang mereka untuk memperolehnya.” 

Salah satu sumber utama kebahagiaan adalah waktu luang. Dan hingga taraf tertentu, ia bisa dibeli.

"Dari sejumlah survei, kami menemukan bahwa orang-orang yang membeli waktu luang lebih bahagia—tingkat kepuasan hidup mereka lebih tinggi," ujar Dunn, sebagaimana dikutip BBC dalam sebuah berita. Sumber yang sama menyatakan: para responden sebuah penelitian merasa lebih bahagia jika mereka memakai £30 untuk menghemat waktu—membayar jasa asisten rumah tangga, misalnya—daripada membeli barang.

Cassie Mogilner membuat perbandingan menarik dalam “The Pursuit of Happiness: Time, Money, and Social Connection”. Di AS, tingkat kekayaan dan jumlah jam kerja rata-rata bertambah, sedangkan tingkat kebahagiaan mandek. Sementara itu, di Eropa, jam kerja rata-rata berkurang dan tingkat kebahagiaan meningkat. Berangkat dari fakta tersebut, ia melakukan satu riset lapangan dan dua riset laboratorium untuk membandingkan pengaruh waktu luang dan kekayaan terhadap kebahagiaan. Hasilnya, faktor pertama lebih menentukan.

“Mengutamakan waktu—alih-alih uang—mendekatkan masyarakat AS kepada kebahagiaan ... Jam kerja yang semakin panjang di AS menggerogoti waktu untuk menjalin hubungan dengan pasangan, teman, dan keluarga. Padahal hubungan-hubungan itulah kunci kebahagiaan,” tulisnya.

Pada 2017, Zipjet mengurutkan 150 kota besar di dunia mulai dari yang paling nyaman ditinggali hingga yang paling memicu stres. Jakarta menempati peringkat 132. Dari banyak variabel yang mendasari penilaian tersebut, mulai dari kepadatan penduduk hingga kesetaraan rasial, ada dua yang berkaitan langsung dengan potensi waktu luang: transportasi publik dan lalulintas. Dalam skala 10, di mana angka yang lebih kecil berarti lebih baik, Jakarta mendapat nilai 9,03 untuk transportasi publik dan 9,15 untuk lalulintas.

Nilai itu tak mengejutkan, sebenarnya. Sebagai contoh, umum diketahui bahwa para penumpang kereta rel listrik (KRL) di Jakarta sering terpaksa menghabiskan waktu lebih banyak daripada yang semestinya di perjalanan. Hambatan ada-ada saja, mulai dari menunggu KRL mengantre masuk stasiun hingga keharusan berbagi rel dengan kereta-kereta jarak jauh—yang bisa makan waktu hingga setengah jam.

Situasi di jalan, bagi para pengguna kendaraan pribadi, bahkan lebih mengerikan. Dengan jumlah kendaraan bermotor lebih dari 18 juta unit, tak sekali-dua orang harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menempuh jarak 5 atau 8 kilometer. 

Sampai perkara-perkara sistemik itu membaik, hanya ada satu jalan: bergegas. Setiap kesempatan menghemat waktu mesti diambil. 

Perbankan Hemat Waktu

Salah satu urusan penting sehari-hari yang terkenal makan banyak waktu ialah perbankan. Menurut Survei Market Research Indonesia 2016-2017, nasabah memerlukan paling sedikit sejam untuk membuka rekening tabungan secara konvensional. Ditambah perjalanan ke kantor bank, waktu yang terbuang pun semakin melimpah. Padahal, jika urusan tersebut dapat dilakukan secara ringkas, waktu yang ada bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang lebih bermakna.

Memahami pentingnya waktu luang untuk menangkal stres dan memperoleh kebahagiaan, PermataBank mengembangkan PermataMobile X, versi mutakhir aplikasi PermataMobile. 

Aplikasi yang akan tersedia di Appstore dan Playstore pada awal Agustus ini memangkas habis keruwetan administratif perbankan dengan fitur-fitur seperti buka rekening online, transfer ke nomor ponsel, intip saldo tanpa login, dan cek mutasi hingga 12 bulan. PermataMobile X juga memungkinkan transfer kilat, hanya 5 detik, dan penarikan uang tanpa kartu ATM.

Dilengkapi fitur-fitur seperti verifikasi “one time passcode” (OTP) dan pengenalan Finger ID serta Face ID, ditambah eksklusivitas (hanya bisa diinstall di satu perangkat), keamanan PermataMobile X tak perlu diragukan. Dengan demikian, PermataMobile X adalah aplikasi tepat untuk urusan perbankan Anda. Dan Anda bisa mempunyai waktu luang lebih banyak. 

Sebagai pelengkap, PermataBank juga menginisiasi gerakan #IndonesiaTanpaStres, yang mengingatkan pentingnya meluangkan waktu, meski hanya semenit, sebagai jeda antar aktivitas untuk mengurangi kadar stres dalam diri. Di Indonesia, terutama Jakarta dan kota-kota besar lain yang memaksa warganya kekurangan waktu luang, menit demi menit yang berhasil kita sisihkan adalah hal besar. Itulah mata uang kita untuk membeli kebahagiaan.